Showing posts with label Pesan Moral. Show all posts
Showing posts with label Pesan Moral. Show all posts

Tuesday, March 31, 2009

Enam Pertanyaan Imam al-Ghazali

Suatu hari, Imam al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam beliau bertanya bebeapa hal.

Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. “

Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam al-Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS. Ali Imran 185)


Lalu Imam al-Ghazali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”.

Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar, ujarnya, adalah “MASA LALU.”

Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.


Lalu Imam al-Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”.

Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “Nafsu” (QS. Al- a’araf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.


Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”.

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban sampean benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (QS. Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.


Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”.

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam al-Ghazali. Namun menurut beliau yang paling ringan di dunia ini adalah ‘meninggalkan SHALAT’. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan shalat, gara-gara meeting kita juga tinggalkan shalat.


Lantas pertanyaan keenam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”.

Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang. Benar kata Imam al-Ghazali. Tapi yang paling tajam adalah “lidah MANUSIA”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Friday, March 20, 2009

Persaudaraan, kekerabatan, kesukuan dan persekutuan

Dalam hidup ini tidak akan lepas dari istilah kekerabatan, persaudaraan, kesukuan ataupun persekutuan.
Yang perlu diingat untuk bergaul, kadang-kadang kita harus melepaskan diri dari hal tersebut diatas untuk dapat lebih obyektif dalam menilai kawan gaul kita.
Ada beberapa kali penulis mengalami kekecewaan berkaitan dengan hal tersebut, kesulitan terjadi terutama dalam hal pengurusan sesuatu terasa agak lambat apablia kita "bukan bagian" dari kekerabatan tersebut.
Baru-baru ini juga mulai terasa pada penulisan dalam milis, apabila kita bukan bagian dari pertemanan maka kemungkinan masukan kita dalam milis tersebut yang "sebagus" apapun tidak bakal mendapatkan respons sama sekali.
Trend seperti ini masih terasa kental dibumi kita ini dan akan sedikit mengganggu kreativitas seseorang.
Mudah-mudahan tulisan ini dapat menggugah yang lain untuk bersama-sama sling mengingatkan dan sedikit menyingkirkan dampak negatif dari hal tersebut.

IAW

TEMPAYAN RETAK


Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar,

Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya.

Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak.
Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, sedangkan Tempayan Retak hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari.
Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya.
Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Namun Si Tempayan Retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya.
Dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya
dapat diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, Tempayan Retak itu berkata kepada si tukang air,
" Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu. "
" Kenapa? " tanya si tukang air,
" Kenapa kamu merasa malu? "
" Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita.
Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi. " kata Tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada Si Tempayan Retak, Dan dalam belas kasihannya, ia berkata,
" Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan. "

Benar, ketika mereka naik ke bukit, Si Tempayan Retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.
Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya
telah bocor, dan kembali Tempayan Retak itu meminta maaf pada si tukang air atas
kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada Tempayan itu,
" Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu,
tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu

Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu. Dan aku memanfaatkannya.
Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu,
Dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, Kamu mengairi benih-benih itu .
Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita.